Apa itu Injeksi? Injeksi yang sering disebut sebagai shot’ atau jab’ dalam bahasa Inggris adalah proses memasukkan cairan ke tubuh menggunakan jarum. Dalam praktik medis, cairan yang kerap dimasukkan ke tubuh melalui injeksi adalah obat dan vitamin. Jarum yang digunakan adalah jarum hipodermik dan jarum suntik. Dalam dunia medis pula, injeksi kerap dikenal sebagai teknik pemberian obat melalui parenteral, yaitu pemberian melalui rute selain saluran pencernaan. Injeksi parenteral meliputi injeksi subkutan, intramuskular, intravena, intraperitoneal, intrakardiak, intraartikular, dan intrakavernosa. Suntikan umumnya diberikan satu kali pada suatu waktu, meski dapat digunakan untuk pemberian obat secara terus-menerus dan dalam kasus tertentu. Bahkan, ketika diberikan satu kali pada waktu tertentu, pengobatannya mungkin bersifat jangka panjang, yang kemudian disebut sebagai injeksi depot. Jika obat perlu diberikan secara berulang, kateter yang menetap biasanya lebih disukai daripada injeksi. Injeksi adalah salah satu prosedur perawatan kesehatan yang cukup umum. Sebagian besar injeksi dilakukan dalam rangka perawatan kuratif, sedangkan sebagian kecilnya untuk imunisasi, atau transfusi darah. Kenapa Melakukan Injeksi? Injeksi dilakukan untuk mencapai tujuan medis tertentu. Mulai dari penyembuhan, hingga pencegahan penyakit. Cairan yang diberikan melalui injeksi akan disesuaikan dengan kondisi medis atau dengan resep dokter. Penyerapan obat ke dalam tubuh dipengaruhi oleh area dan kedalaman lokasi suntik. Bagaimana Melakukan Injeksi? Cara melakukan injeksi adalah mengisi jarum suntik dengan cairan yang ingin diberikan. Lalu, memasukkannya ke bagian tubuh dan mengeluarkan cairan secara perlahan. Setelah selesai, cabut jarum dan tutup luka suntikan dengan perban kecil. Prosedurnya akan tergantung jenis injeksi yang diberikan. Berikut beberapa jenis injeksi dalam dunia medis dan cara melakukannya Injeksi Intravena Injeksi intravena dilakukan dengan memasukkan cairan ke dalam aliran darah. Metode ini adalah cara tercepat untuk mendapatkan efek yang diinginkan, karena obat segera berpindah ke sirkulasi darah dan ke seluruh tubuh. Jenis ini sering dikaitkan dengan penggunaan narkoba. Injeksi Intramuskular Injeksi intramuskular bertujuan untuk mengantarkan suatu zat ke dalam otot agar cepat diserap oleh pembuluh darah. Sebagian besar vaksin yang tidak aktif, seperti vaksin influenza diberikan dengan cara suntikan intramuskular ini. Metode ini dilakukan dengan jarum yang membentuk sudut 90 derajat dalam posisi duduk. Injeksi Subkutan Injeksi subkutan bertujuan untuk mengirimkan cairan ke jaringan antara kulit dan otot. Metode ini membuat penyerapan obat berjalan lebih lambat ketimbang intramuskular. Jarum yang digunakan pun cenderung lebih pendek, karena tidak perlu mencapai otot. Pemberiannya dilakukan di jaringan lemak di belakang lengan. Injeksi insulin adalah yang paling umum menggunakan metode ini. Selain itu, vaksin tertentu seperti MMR Campak, Gondok, dan Rubela, Varisela Cacar Air, dan Zoster herpes zoster juga diberikan secara subkutan. Injeksi Intradermal Dalam Injeksi intradermal, obat dikirim langsung ke dalam dermis, yaitu lapisan yang berada tepat di bawah epidermis kulit. Suntikan sering diberikan pada sudut 5 sampai 15 derajat dengan jarum pada kulit pasien. Penyerapan membutuhkan waktu paling lama ketimbang injeksi intravena, intramuskular, dan subkutan. Oleh karena itu, jenis intradermal sering digunakan untuk tes sensitivitas, seperti tes tuberkulin dan alergi, dan tes anestesi lokal. Reaksi yang disebabkan oleh tes ini mudah dilihat karena lokasi suntikan pada kulit. Bagian tubuh yang sering dijadikan lokasi suntikan intradermal adalah lengan bawah dan punggung bawah. Injeksi Depot Injeksi depot dilakukan dengan tujuan untuk menyimpan obat dalam massa lokal, kemudian secara bertahap diserap oleh jaringan di sekitarnya. Senyawa aktif dalam metode ini dilepaskan secara konsisten dalam jangka waktu lama. Cairan yang dimasukkan berbentuk agak padat atau berbahan dasar minyak. Lokasi Tubuh untuk Melakukan Injeksi Lokasi suntikan tergantung pada obat yang diberikan, penyakit yang menyertai, seberapa cepat obat perlu bekerja, dan jenis suntikan yang diterima. Jenis suntikan juga dipengaruhi oleh berat badan, usia, biaya, frekuensi pemberian, dan faktor lainnya. Berikut ini lokasi pemberian sesuai dengan jenisnya Suntikan Intravena Suntikan intravena dilakukan dengan sebuah tabung plastik kecil yang disebut kateter, yang dimasukkan ke dalam vena. Kateter ditempatkan di tempat yang mudah diakses dengan aliran darah terbaik. Ini lokasi umum pemberian suntikan Lengan bawah. Punggung tangan. Lekukan di bagian dalam sendi siku. Pergelangan kaki. Penting untuk menghindari area kulit yang terinfeksi dan menempatkan kateter pada sendi yang dapat menekuk. Pemberian suntikan harus dihindari pada area yang terluka atau sakit, dan vena yang kaku atau tipis. Suntikan Intramuskular Suntikan intramuskular dimasukkan ke dalam otot. Ini lokasi umum pemberian suntikan Otot vastus lateralis antara pinggul dan lutut. Otot ventrogluteal tepat di bawah pinggul di sisi tubuh. Otot deltoid antara bagian atas bahu dan lengan. Lokasi pemberian akan tergantung pada jenis obat yang diterima. Beberapa suntikan perlu diberikan ke otot yang lebih besar. Berikut ini beberapa poin yang perlu diperhatikan Jarak aman dari saraf, tulang, dan pembuluh darah besar di sekitarnya. Bukan tempat cedera, abses, atau kulit yang rusak. Bukan otot yang kecil atau atrofi. Suntikan Subkutan Jenis suntikan ini digunakan untuk memberikan obat-obatan seperti insulin untuk diabetes, suntikan hormon untuk perawatan kesuburan, dan obat pengencer darah untuk mencegah pembekuan darah. Ini lokasi umum pemberian injeksi Perut bagian bawah, kecuali 5 sentimeter di sekitar pusar. Sisi depan atau luar paha. Area atas bokong. Area luar atas lengan. Suntikan tidak boleh diberikan pada kulit cekung atau tebal. Hindari juga bagian kulit yang terluka atau rusak. Suntikan Intradermal Suntikan internal digunakan untuk tes alergi dan tuberkulosis. Berikut lokasi umum pemberian injeksi Bagian dalam atau bagian ventral lengan bawah. Punggung atas, di bawah tulang belikat. Hindari area tubuh dengan tahi lalat, bekas luka, ruam, atau banyak rambut karena dapat mempersulit interpretasi hasil pengujian. Lesi kulit juga harus dihindari kecuali jika suntikan diberikan untuk membantu mengobatinya. Kapan Harus Melakukan Injeksi? Injeksi biasanya dilakukan sesuai saran dokter, atau untuk tujuan tertentu seperti ketika ingin mendonorkan darah. Disarankan untuk tidak melakukan suntikan di lokasi yang sama, karena dapat menyebabkan kulit di daerah tersebut menjadi lebih tebal atau cekung ke dalam. Tips lainnya adalah area yang sama dengan jarak 2,5-5 sentimeter dari tempat suntikan sebelumnya. Setelah semua area tersebut telah digunakan, kamu bisa berpindah ke area lain. Di Mana Melakukan Injeksi? Injeksi dapat dilakukan di rumah sakit, laboratorium, atau tempat-tempat yang menyediakan layanan kesehatan. Untuk melakukan suntikan rutin atau pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan yang dialami, kamu bisa membuat janji rumah sakit lewat aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa mendapatkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya dengan download Halodoc sekarang juga! Referensi Homage. Diakses pada 2022. Injection 101 Overview, Types, Common Uses & Risks. Drugs. Diakses pada 2022. Injection Types & Sites.
JAKARTA, - Semua sepeda motor pastilah memiliki indikator penunjuk isi bahan bakar minyak BBM yang ada di dalam tangki. Berkat indikator tersebut, pemilik kendaraan bisa mengetahui berapa banyak BBM yang masih tersedia di dalam tangki tanpa harus membuka untuk melihatnya begitu, akan ada faktor lupa atau lalai bagi sebagian pemilik sepeda motor untuk melihat indikator tersebut. Terkadang masih ditemukan pemilik sepeda motor yang kehabisan BBM di perjalanan karena lalai dalam melihat indikator dan memperhitungkan sisa BBM. Baca juga Kenali Arti Garis Warna-warni pada Ban Baru Bagi pemilik sepeda motor dengan teknologi injeksi, kondisi seperti ini jadi salah satu momok yang menakutkan. Sebab, terdapat mitos bahwa sepeda motor injeksi jangan sampai kehabisan BBM agar tidak merusak sistem injeksinya. Ketakutan tersebut diperparah dengan harga sparepart injektor BBM yang tidaklah apriliananda Pengecekan sepeda motor injeksi di bengkel AHASS. Lantas, apakah mitos kehabisan BBM bisa merusak sistem injeksi tersebut benar? Endro Sutarno, Technical Service Division PT AHM, mengatakan bahwa mitos tersebut tidaklah benar. Menurutnya, motor dengan teknologi injeksi tidak akan mudah rusak hanya karena kehabisan BBM di tengah perjalanan. Baca juga 4 Motor Yamaha yang Punya Nafas Pendek di Indonesia "Sistem injeksi tidak terpengaruh apabila motor kehabisan bensin. Jadi tidak masalah. Motor kehabisan bensin ya pasti mogok. Namun, sesudah diisi bensin tetap bisa dihidupkan normal," kata Endro saat dihubungi Minggu 23/5/2021. Sistem injeksi hanya bekerja saat ada suplai bahan bakar dari tangki kendaraan. Jika tangki kosong, injektor pun tidak akan bekerja. Endro menegaskan bahwa anggapan tersebut hanyalah mitos belaka. Jadi tidak perlu panik saat sepeda motor kehabisan bahan bakar. Dengan kondisi mesin yang sehat, seusai diisi bahan bakar, sepeda motor tetap bisa dihidupkan secara normal. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
MotorInjeksi Susah Hidup - Saat ini, motor injeksi merupakan model yang marak dijual di pasaran, mulai motor matic (skutik), motor bebek hingga motor sport hampir semuanya sudah menggunakan sistem injeksi. Hal ini tentu tak lepas dari efisiensi bahan bakar yang dihasilkan oleh sistem injector pada motor yang menggunakan mekanisme ini.- Motor injeksi yang pengoperasiannya dikenal lebih mudah dibanding karburator, ternyata bisa mendadak mati atau gagal distarter. Penyebab motor injeksi mati saat digas cukup bervariatif. Bisa menyangkut komponen yang ada di dalam sistemnya. Berikut beberapa kemungkinan yang bisa terjadi seperti dikutip dari Suzuki Indonesia Saringan Udara Terlalu Kotor Baca Juga Mik Mendadak Mati saat Ungkit Kasus Sambo di DPR, Mahfud MD Jangan-jangan Disabotase Ini Saringan udara ini berfungsi untuk memfilter udara dari debu dan kotoran yang bisa masuk ke dalam mesin. Komponen ini memungkinkan udara yang masuk ke ruang pembakaran lebih bersih karena sudah disaring. Namun jika sudah terlalu kotor, seringkali hal ini membuat masalah pada idle mesin yang mati mendadak. Oleh karena itu, pembersihan pada filter ini penting dilakukan. Setidaknya dalam interval setiap km. Sirkulasi Tangki BBM Tersumbat Bahan bakar kendaraan motor tersimpan dalam sebuah tangki yang tertutup rapat. Jika diperhatikan lebih teliti, pada tutup tangki bisa ditemukan lubang kecil. Ilustrasi tangki motor Youtube/YamahaLubang ini berfungsi menjaga tekanan udara di dalam tangki tetap lancar. Apabila lubang ini tertutup, otomatis bensin tidak bisa tersalur ke ruang bahan bakar. Tak heran jika akhirnya motor berhenti tiba-tiba ketika berada di jalan. Baca Juga Hewan Ternak Mati Mendadak Bertambah, Sekda Kampar Minta Kerbau Sehat Diisolasi Busi Tidak Berfungsi dengan Baik Busi menjadi komponen penting yang mempengaruhi proses pengapian pada mesin kendaraan. Jika busi rusak atau melemah, motor jadi terasa berat ketika digas bahkan mati mendadak. Bila hal ini terjadi, komponen harus dilepas untuk diperiksa lebih lanjut. Untuk lebih yakin sebaiknya segera diganti dengan busi baru. Ilustrasi busi motor [Denso].Tapi apabila hanya kotor terkena debu, busi tidak perlu diganti dan cukup dilap saja. Setelah itu, pasangkan kembali dengan teknik yang benar. BBM yang Digunakan Berkualitas Rendah Penyebab motor injeksi mati saat digas berikutnya adalah penggunaan bensin berkualitas rendah. Salah satunya bahan bakar dengan oktan rendah, padahal kurang sesuai dengan kondisi mesin. Kemungkinan lainnya adalah, penggunaan bensin yang sudah terkontaminasi air atau kotoran. Mungkin efek yang ditimbulkan umumnya tidak sampai membuat motor injeksi mati. Namun bukan tidak mungkin jika bensin kotor membuat motor berhenti mendadak. Mesin Terlalu Panas Overheat Mesin overheat atau terlalu panas ternyata juga bisa membuat motor mati mendadak. Overheat biasanya terjadi karena sirkulasi oli di dalam mesin tidak mengalir dengan baik. Hal ini membuat bagian pistonnya kering sehingga mesin menjadi lebih panas. Jika panasnya sudah berlebihan, maka motor bisa tiba-tiba berhenti. Oleh karena itu, sebaiknya diamkan motor terlebih dahulu sampai mesinnya dingin. Jangan lupa mengecek kondisi oli karena berpotensi sudah berkurang. Injektor Kotor atau Rusak Apabila motor injeksi yang digunakan sudah mencapai usia lima tahun atau jarak tempuhnya sudah km, maka perhatikanlah kualitas injektornya. Tidak sedikit pemilik kendaraan bermotor yang justru menyepelekan service rutin. Padahal, tindakan ini bisa memperpanjang usia motor. Adapun perawatan injektor disarankan dilakukan setiap km jarak tempuh. Jika sudah melakukannya dengan baik, fungsi injektor akan berjalan dengan baik.
2008Suzuki Carry Futura 1.5 Injeksi. Update Terakhir: 05/08/2022, 12:56 WIB. Iklan 1 kali dilihat. Info Lengkap Dengan lebih teliti melihat harga bisa mencegah kalian dari penipuan saat berbelanja. Beberapa penjual memasang harga dibawah pasaran dengan tujuan menarik minat calon pembeli dengan itikad tidak baik. Informasi Penjual. Rp 38.